“FRAMES” Tanda Perkenalan Sesungguhnya Portura ke Kancah Musik Tanah Air

By umsakazi | 2026-10-09 00:00:00

Kehadiran rock-alternatif baru, Portura, setahun belakangan, memang banyak dinanti penikmat musik tanah air. Bagaimana tidak, Portura yang berisikan deretan musisi yang telah lebih dulu meramaikan industri musik tanah air dengan proyeknya masing-masing, melahirkan ekspektasi dari penikmat musik untuk merilis karya orisinil.

Pada awal mula, Portura disatukan dalam satu proyek jangka pendek berbentuk live performance. Nemun ternyata, koneksi antara para personel yang terdiri dari Iga Massardi, Fathia Izzati, John Paul Patton, Enrico Octaviano dan Bilal Indrajaya ini membawa mereka pada kesempatan yang lebih terbuka untuk menjadi grup musik secara utuh.

Setelah Lintas Resonan menginisiasikan kehadiran Portura di penghujung tahun lalu, kini mereka kembali berkolaborasi dalam proyek debut mini album Portura. Kali ini, Lintas Resonan bertindak sebagai produser eksekutif. Diberi tajuk, “FRAMES”, mini album berisikan lima buah nomor orisinil, termasuk single pembuka “Ye Ye Ye”, yang sudah lebih dahulu hadir ke publik bulan September lalu. Dari segi produksi dan kreatif, “FRAMES” menjadi lahan eksplorasi mereka dari proyek masing-masing dengan semangat untuk meretas batas yang mereka miliki.

Sementara untuk penulisan lirik dan isi yang ingin disampaikan dalam album ini, mereka memilih untuk lebih jujur kepada apa yang sedang mereka rasakan pada masing-masing personel. Hal-hal meliputi, isu-isu sosial, keresahan-keresahan yang ada di sekitar kita, dan bagaimana kita bertahan dalam situasi yang ada, menjadi landasan terciptanya album ini.

“Proses kreatifnya nggak terlalu banyak berfokus pada konsep, kita coba menulis apa yang mau kita tulis dan rasakan. Kalau ditanya apa benang merahnya, justru benang merahnya ada sisi eksplorasi kita, dan berusaha jujur sama apa yang mau disampaikan. Selebihnya tinggal pendengar yang menilai, Portura grup musik seperti apa.” ucap Enrico.

Lima lagu dalam album ini, “Ye Ye Ye”, “Deru”, “L’existence”, “Falling Off/Tangguh”, dan “Koma”, lahir dari inisiasi dan proses yang berbeda-beda. Beberapa nomor datang dari demo atau cerita yang sudah dibawa salah satu personel, beberapa lainnya langsung dimasak bersama dari nol. Proses tersebut menciptakan nuansa rock/alternatif yang segar pada album “FRAMES”.

Lewat “FRAMES”, Portura tidak berusaha menjanjikan hal-hal tertentu atau memenuhi ekspektasi para pendengarnya. Portura hanya berusaha berbagi perspektif yang mereka yakini lewat medium berkarya lain dari yang biasa mereka kerjakan. “FRAMES” serentak dirilis pada layanan musik digital tanggal 9 Oktober 2026, bersamaan dengan keseluruhan lirik videonya, yang juga dapat disimak lewat kanal YouTube Portura.

COPYRIGHT © 2020 DINUSFM

Back to Top