Dan Bandung menceritakan perjalanan Basil, seorang mahasiswa Seni Rupa yang menjalani kehidupan sederhana di Kota Bandung. Di tengah kesibukannya menyelesaikan pendidikan dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup, Basil harus menghadapi berbagai persoalan keluarga. Ayahnya, Nugraha, dipenjara setelah menjadi korban fitnah, sehingga kehidupan Basil semakin penuh dengan tekanan. Meski begitu, Basil tetap berusaha menjalani hidup dengan optimis dan tidak mudah menyerah. Kehidupannya kemudian berubah ketika ia bertemu dengan Elma, seorang perempuan yang berasal dari lingkungan keluarga dan kehidupan sosial yang jauh berbeda darinya.
Elma merupakan sosok perempuan yang tumbuh dalam keluarga dengan aturan yang sangat ketat. Di balik kehidupannya yang terlihat berkecukupan, Elma justru merasa kesepian dan kesulitan mendapatkan kebebasan untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri. Orang tuanya, terutama sang ayah, memiliki banyak aturan dan harapan terhadap dirinya sehingga membuat Elma terbiasa menyimpan perasaan dan menghadapi berbagai tekanan seorang diri. Kehadiran Basil perlahan membuat kehidupan Elma berubah. Basil yang memiliki kepribadian terbuka dan pantang menyerah memperkenalkan Elma pada pengalaman serta dunia yang selama ini terasa jauh dari kehidupannya.
Hubungan Basil dan Elma kemudian berkembang menjadi sebuah kisah cinta yang hangat, tetapi tidak berjalan dengan mudah. Perbedaan latar belakang keluarga dan status sosial menjadi salah satu penghalang terbesar dalam hubungan mereka. Keduanya harus berhadapan dengan lingkungan serta keluarga yang tidak sepenuhnya menerima kedekatan mereka. Bagi Basil, cinta kepada Elma membuatnya semakin berani memperjuangkan sesuatu yang dianggap penting dalam hidupnya. Sementara bagi Elma, hubungan tersebut menjadi bagian dari proses untuk mengenal dirinya sendiri, memahami apa yang sebenarnya ia inginkan, dan perlahan berani keluar dari batasan yang selama ini membelenggunya.
Di tengah konflik tersebut, persahabatan juga memiliki peran penting dalam perjalanan Elma dan Basil. Elma mendapatkan dukungan dari sahabat-sahabat perempuannya yang membantunya menghadapi berbagai tekanan. Sementara Basil terus berusaha bertahan menghadapi persoalan keluarga dan kehidupannya sendiri. Kota Bandung menjadi bagian penting dalam cerita karena bukan hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kisah mereka, tetapi juga menjadi saksi dari berbagai momen ketika hubungan keduanya tumbuh, diuji, dan membawa perubahan dalam diri masing-masing. Suasana kota, jalanan, serta berbagai sudut Bandung ikut memperkuat nuansa emosional dan romantis dalam perjalanan mereka.
Pada akhirnya, Dan Bandung tidak hanya bercerita tentang dua anak muda yang jatuh cinta, tetapi juga tentang perjuangan menghadapi perbedaan, tekanan keluarga, persahabatan, dan proses menemukan jati diri. Basil dan Elma harus memahami bahwa mempertahankan sebuah hubungan bukan hanya tentang perasaan, tetapi juga tentang keberanian menghadapi keadaan dan mengambil keputusan untuk masa depan. Melalui perjalanan mereka, Bandung seolah menjadi saksi bisu dari proses jatuh, patah, tumbuh, dan menemukan arti cinta yang sebenarnya. Film ini menghadirkan kisah romansa yang lebih modern dan dekat dengan kehidupan generasi muda, sekaligus menunjukkan bahwa setiap orang memiliki perjuangan masing-masing dalam menentukan jalan hidupnya.
