Seni Merayu Tuhan mengisahkan perjalanan hidup Hikmah, seorang pemuda yang lebih memilih menikmati kebebasan masa muda dibandingkan membangun hubungan yang hangat dengan keluarganya. Ia sering mengabaikan ibunya, jarang pulang ke rumah, dan mulai menjauh dari nilai-nilai keimanan yang dahulu pernah menjadi bagian dari hidupnya. Bersama sahabat dan kekasihnya, Sophia, Hikmah menjalani kehidupan yang menurutnya sudah cukup, tanpa menyadari bahwa ia perlahan kehilangan hal-hal yang paling berharga.
Kehidupan Hikmah berubah drastis ketika sang ibu meninggal dunia. Kepergian sosok yang selama ini selalu menyayanginya justru memunculkan penyesalan yang mendalam. Dalam duka yang belum selesai, Hikmah mulai dihantui mimpi-mimpi tentang ibunya. Pengalaman itu membuatnya percaya bahwa ia harus melakukan sesuatu agar ibunya memperoleh ketenangan. Peristiwa tersebut menjadi titik balik yang memaksanya meninjau kembali hubungan dengan keluarga, dirinya sendiri, dan Tuhan.
Dalam pencarian jawaban, Hikmah ditemani oleh sahabat masa kecilnya, Hotib, serta Sophia yang memiliki latar belakang keyakinan berbeda. Bersama mereka, Hikmah menjalani perjalanan batin yang penuh pertanyaan tentang keikhlasan, dosa, pengampunan, dan makna ibadah. Di tengah pergulatan itu, ia mulai menyadari bahwa kedekatan kepada Tuhan bukan sekadar ritual, melainkan juga tercermin dari cara seseorang menghargai orang tua, memaafkan, dan menerima kenyataan hidup.
Konflik demi konflik membawa Hikmah pada proses pendewasaan yang tidak mudah. Ia harus menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan kemarahan terhadap dirinya sendiri. Sedikit demi sedikit, ia belajar bahwa penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi dapat menjadi awal perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna. Perjalanan tersebut juga memperlihatkan bagaimana hubungan antarmanusia, persahabatan, dan cinta dapat menjadi penguat ketika seseorang sedang berada di titik terendah hidupnya.
Secara keseluruhan, Seni Merayu Tuhanmerupakan drama religi yang mengangkat tema keluarga, kehilangan, dan pencarian makna hidup. Adaptasi dari buku karya Habib Husein Ja'far Al Hadar ini menyampaikan pesan bahwa jalan menuju Tuhan sering kali dimulai dari keberanian untuk mengakui kesalahan, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan belajar mengikhlaskan hal-hal yang tidak dapat diubah. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
