Cerita ini berpusat pada kehidupan Muslim (diperankan oleh Tretan Muslim), seorang pemuda asal Madura yang bekerja keras sebagai pengepul barang rongsokan di kawasan urban Surabaya Utara. Di tengah impitan ekonomi yang semakin menjepit, Muslim memikul tanggung jawab besar dan impian mulia untuk memberangkatkan ibunya pergi haji. Ia bahkan sempat berniat mengajukan pinjaman ke bank demi memperbesar usahanya agar impian tersebut dapat segera terwujud, meskipun kenyataan hidup sering kali tidak berpihak padanya.
Kehidupan Muslim yang monoton berubah drastis ketika sebuah fenomena luar biasa terjadi di dekat tempat tinggalnya. Sebuah piring terbang atau UFO (Unidentified Flying Object) mengalami kecelakaan dan jatuh terdampar di pinggiran kota. Alih-alih merasa takut atau langsung menjual besi tua bangkai pesawat tersebut sebagai barang rongsokan, Muslim justru terkejut menemukan sesosok alien kecil yang masih hidup di dalam kemudi pesawat ruang angkasa itu.
Muslim memutuskan untuk menyembunyikan pesawat asing tersebut beserta sang alien yang sedang dalam kondisi sekarat dari kejaran warga dan pihak berwenang. Melalui interaksi yang canggung namun menggelitik, Muslim kemudian memberikan nama "Foufo" kepada alien kecil tersebut. Kekacauan yang kocak pun mulai terjadi ketika beberapa teman Muslim, termasuk Toni, berusaha berinteraksi dengan makhluk asing ini hingga mengalami kejadian aneh seperti suaranya yang sempat 'dicuri' oleh sang alien.
Di luar dugaan Muslim, kehadiran Foufo membawa berkah tersendiri bagi keluarganya. Menggunakan teknologi canggih antariksanya yang sangat mutakhir, Foufo perlahan-band perlahan membantu menyelesaikan berbagai masalah pelik yang selama ini dihadapi oleh keluarga Muslim. Hubungan yang awalnya didasari oleh rasa asing dan keterpaksaan perlahan-lahan berubah menjadi sebuah ikatan persahabatan yang erat, hangat, dan penuh dengan momen mengharukan.
Namun, kedamaian tersebut tidak bertahan lama ketika Muslim akhirnya dihadapkan pada dilema moral yang sangat krusial. Ia harus memilih antara memprioritaskan impian terbesarnya untuk membiayai keberangkatan haji sang ibu dengan memanfaatkan situasi, atau mengorbankan segalanya demi membantu sahabat barunya, Foufo, agar bisa kembali dengan selamat ke kapal induknya di luar angkasa. Kisah ini pun menjadi refleksi yang jenaka sekaligus menyentuh tentang arti keluarga, pengorbanan, dan sebuah harapan.
